Tampilkan postingan dengan label parfum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parfum. Tampilkan semua postingan

In eau de parfum parfum perfume

Best Perfumes under IDR 100.000

Fragrance Collection
Source: Pinterest

When it comes to perfume, aku percaya sama prinsip ada harga ada kualitas.

Sebagai seseorang yang berkecimpung di dunia per-produksi-an, aku percaya banget kalau banyak brand besar menghabiskan banyak waktu untuk melakukan riset dan melalui banyak trials and errors untuk mendapatkan sebuah formula yang sempurna dalam menciptakan sebotol parfum. They are more than just selling the names. Then again, aku nggak bilang brand kecil tidak melakukan riset dan lainnya, tapi ada alasan sebuah brand bisa menjadi besar dan mahal harganya.

Sayangnya, nggak semua orang mampu untuk membeli parfum yang terkenal. I have been there. Aku pernah ada di fase dimana aku masuk toko parfum just to enjoy the testers, tapi nggak mampu beli. LOL.

Beberapa orang terkendala budget, bahkan tidak sedikit yang sebenarnya mampu membeli parfum mahal tapi tidak merasa punya urgensi untuk menghabiskan ratusan ribu atau jutaan Rupiah untuk membeli sebotol parfum. Preferensi. Tidak sedikit DM yang masuk minta aku untuk kasih rekomendasi parfum dengan kualitas oke, tapi dengan budget yang minim. Setelah bertahun tahun mencoba puluhan, maybe ratusan brand, I can finally release my version of the best perfumes di bawah Rp100.000

Disclaimer: I didn't get paid advertising these, aku bahkan nggak pasang AdSense di blog ini :)) So, yes, this will be brutally honest.

Disclaimer 2.0: Wewangian sifatnya subjektif, meski aku kasih guidance se-general mungkin tapi akan ada yang bias karena hidungku condong ke satu jenis wangi tertentu.

Picture: Pinterest



Best perfume under Rp100.000



Photo Courtesy of Wardah Official
1. Wardah ScentSation Eau de Toilette  - Joyful (Rp50.000an per 35mL)

Ini wanginya enak, banget! Wangi manis yang ngga pasaran. You know kalo beli parfum di bawah 100 ribu biasanya mereka adalah kumpulan parfum dupe alias tiruan, ya? Nah, correct me if I'm wrong tapi aku belum pernah nyium wangi yang plek ketiplek mirip sama Joyful-nya Wardah ini. Super delicious, tapi seger. Cocok kalau kamu suka wangi manis tapi mau pake wangi manis di cuaca panas. Dia juga punya range wangi lain yang bisa kamu cobain, but for me Joyful ini paling enak. Ada di supermarket juga, lho. Ketahanannya suprisingly oke, 2 jam-an lah dia kecium lumayan kenceng.



Photo Courtesy of Unilever Indonesia


2. Zwitsal Baby Eau de Toilette (Rp40.000an per 100mL)

Pecinta wangi bayi abis mandi, kumpul disini! Dari nama dan kalimat pembuka juga udah ketauan, ya? Wanginya super powdery, seger dan wangi bayi banget. No explanation needed. Kalo dulu ada body cologne yang semenit wanginya ilang, sekarang ada wangi yang lebih tahan lama-nya. Eau de Toilette cukup lah, ya, untuk ketahanan 1-2 jam. Pas banget buat anak sekolah-kuliahan, bahkan bisa bisa aja dipake ke kantor. Wanginya ngga menusuk, very subtle, which is good for comfort. Yang ini juga masih sama, gampang banget ditemuin di supermarket. Murah pula.



Photo Courtesy of FreshChubs

3. FreshChubs Salted Caramel Popcorn Body Mist (Rp40.000 per 100mL)

Ini wangi bioskop. Titik. Kamu pernah masuk bioskop, kan? Tau wangi khas popcorn yang buttery-caramely-manis dan menggoda pengen masuk dan duduk? Nah itu dijadiin parfum sama fresh chubs. Gila enak baaaanget. Aku sih personally kurang suka kalo dipake langsung ke badan, aku lebih suka disemprot ke gorden, baju, bantal bahkan handuk terus ditunggu beberapa menit. Sekamar-kamar langsung wangi bioskop, jujur. FreshChubs punya banyak varian, yang paling viral kayanya si popcorn ini. Ada juga yang wangi Roti-o, tahu kan ya? Aku lupa varian wangi mana, tapi koleksinya FreshChubs ini kayanya enak-enak, walau aku belum coba semua juga, sih. Ini bisa banget, nih, kamu jadiin opsi kalau bosen sama parfum supermarket. Minusnya ya... Kurang tahan lama, wanginya semerbak di awal abis itu udah numpang lewat. Tapi kalo di bantal kecium banget somehow, apa karena idung aku nempel sama sumber wanginya ya?




Photo Courtesy of Myra Parfums

4. Myra Parfum (Rp89.000 per 30mL)

Hmm, buat yang kali ini aku kasih setoko-tokonya deh. Biar kamu yang pilih mau beli apa. Harganya mereka pukul rata, semua Rp89.000 untuk 30mL. Ini mereka jual parfum inspired, artinya ya parfumnya niru parfum mahal. Ada Scandal yang terinspirasi Jean Paul Gaultier, ada Libre, ada macem macem. Untuk kemiripan I'd say sekitar 75% mirip lah. Aku pernah bandingkan yang Libre dengan yang aslinya, ya beda dikit. Yang asli memang lebih well-blended (ada harga ada barang, ingat)
Cuma kalo emang kamu bener bener gak ada uang, atau ngga merasa butuh beli yang mahal ya beli aja. Dibanding parfum sejenis yang sama sama inspired, Myra ini yang aku rasa paling oke. Wanginya ngga nyengat banget alkohol, ngga stain di baju, dan tahan lama juga. Oke kok soalnya buat sehari hari aku pake juga.

Kalo minta saran yang wangi yang mana, I'd say:
1. Wood & Sea, ini unisex banget, wanginya woody-aquatic seger banget titik no debat no kecot. Aku kayanya udah abis 3 botol :)))
2. Libre, kalo kamu pecinta YSL Libre dan sayang pake YSL buat sehari hari, pake ini aja. Sekilas orang ngga notice bedanya. Ketahanan juga ampir sama, bedanya ya buat yang punya YSL asli bakal ngeh kalo ini yang tiruannya. But who cares?
3. Scandal, best seller for a reason. Wanginya manis honey-sugar with a hint of orange. Dari semua parfumnya si scandal ini paling kompleks. Ada transisi dari seger jeruk ke manis madu, kalo yang lain jujurly dari awal disemprot ke dry down ya gitu mirip mirip aja gaada yang berubah.


Oh well, I think that's pretty much it. Empat brand parfum di bawah Rp100.000 yang menurutku paling enak dan worth it. Yang lain mungkin punya rekomendasi parfum tambahan?

Next up, Parfum enak di bawah Rp500.000. Stay tuned.

ciao!

Read More

0 Comments

In eau de parfum HMNS parfum perfume

HMNS Essence of the Sun: Parfum dengan Solar Accord pertama di Indonesia [Review]


 

Hi, welcome back!

Sesuai dengan kalimat penutup di pos sebelumnya, kali ini aku akan membahas satu varian lain besutan HMNS Perfumery: Essence of The Sun. Selain varian Orgasm yang wanginya enak banget, ternyata HMNS berhasil menarik perhatianku lewat variannya yang ini. Kalau kalian sudah membaca tulisanku sebelumnya, tentu parfum ini tidak jauh jauh dari karakter favoritku: warm and sweet.

HMNS Essence of the Sun ini diluncurkan pada bulan November 2020, di tengah pandemi Covid-19, dengan tujuan untuk mengingatkan kembali akan suasana liburan bagi semua orang yang belum bisa liburan. HMNS menghadirkan parfum dengan solar accord pertama di Indonesia. Solar accord sebenarnya sudah sukup populer di Eropa, namun belum banyak yang familiar di Indonesia. Cukup menarik, mengingat seharusnya parfum dengan Solar Accord lebih populer di negara beriklim tropis seperti Indonesia, ya? Solar Accord sendiri digambarkan tim HMNS sebagai ‘the smell of the sun’ meski awalnya cukup membingungkan bagiku, karena seperti yang kubilang tadi: solar accord belum familiar di telinga penikmat parfum nusantara, kan? Aku sendiri pun hanya bisa menerka-nerka, bagaimanakah wangi parfum dengan wangi matahari? Apakah wanginya akan tercium seperti bocah yang pulang ke rumah setelah seharian main layangan? (ngerti dong wanginya kaya apa?).

Sebelum masuk ke bahasan wangi, let’s talk about the packaging.


HMNS: Essence of the Sun - Packaging



PACKAGING

HMNS Essence of the Sun ini dikemas tidak jauh berbeda dengan Orgasm, dengan boks putih yang kokoh dengan ukiran abjad E.O.S. yang cukup besar pada permukaan wajahnya. Di dalamnya pun masih sama, berisikan warranty card yang bisa kamu klaim apabila terdapat kerusakan, dan voucher Rp25.000,- untuk pembelian parfum HMNS selanjutnya—varian apa saja. Di dalamnya masih terdapat busa padat yang mengapit botol parfumnya dengan sangat baik, sehingga kemungkinan terguncang dan pecah dapat diminimalisir.

The bottle


Untuk kemasan botolnya sendiri, sedikit berbeda dari varian orgasm yang menggunakan stiker berwarna putih, HMNS Essence of the Sun ini menggunakan emboss berwarna emas yang mengukir inisial E.O.S. pada bagian kanan botolnya. Sangat cantik. Pada sisi kanan botol juga terdapat tulisan Essence of the Sun yang diukir berwarna emas. Botolnya sendiri berwarna bening, dengan isi cairan parfum berwarna bening sedikit kekuningan (mungkin dia goal-nya mau bikin warna gold, kali, ya?).

HMNS EoS ini memiliki tutup botol berwarna silver yang cukup berat dan kokoh. Uniknya, tutupnya ini menggunakan sistem magnetik sehingga terkesan lebih mewah dan juga lebih aman saat dibawa bepergian. Meski begitu, tutup non-magnetic pada varian Orgasm saja menurutku sudah cukup melindungi parfumnya.

Untuk kemasannya sendiri, tidak jauh berbeda dengan varian Orgasm. Berisi 100mL dan cukup besar dan berat.

★★★★★ 5 out of 5


tampak belakang boks HMNS EoS


THE SCENT

Dilansir dari akun Instagram @hmns.id, HMNS EoS ini menggabungkan notes-notes yang sangat ‘tropis’ sehingga pas rasanya dengan goalnya di awal: membawa penggunanya untuk bisa merasakan sensasi berlibur lewat wewangian. Untuk notesnya sendiri, HMNS EoS dideskripsikan dengan notes sebagai berikut

Top Notes: Bergamot, Coriander Seed, Pink Pepper

Heart Notes: Jasmine Sambac, Turkish Rose, Tiare Flower, Solar Accord

Base Notes: Vanilla, Absolute Tonka Beans, Ambrette, Cedarwood



Kalau di hidungku, sesaat setelah menyemprotkan parfumnya akan langsung tercium wangi Jasmine bercampur dengan vanilla dan sedikit bergamot. YES! Meskipun ditaruh pada heart note, Jasmine-nya langsung ketangkep di hidungku. Tipe jasmine-nya disini bukan tipe jasmine penganten yang beraura horror, tapi jasmine yang warm dan seductive gitu—if you know what I mean. Wangi vanilla-nya disini juga menurutku berimbang dengan wangi jasmine dan tidak overpowering. Wangi vanilla-nya masih akan bisa diterima mereka yang kurang menggemari wewangian vanilla, kok. Bergamotnya juga hadir untuk penyeimbang wangi-nya sehingga parfumnya akan terasa lebih segar.

Setelah sekitar 5 sampai 10 menit, wangi bunga Tiare-nya mulai berasa, dan di fase ini aku mulai mencium wangi wangi seperti sun tan lotion. Wangi parfumnya ini jadi berasa kaya kita pakai sun tan lotion tapi ditimpa body mist tiare dan jasmine. Sangat creamy dan fresh, dengan wangi creamy-nya yang dominan. Sampai sekarang sudah habis setengah botol, aku berasumsi inilah solar accord-nya. Wanginya persis seperti orang orang yang habis berjemur di pantai, in a good way.

Setelah hampir setengah jam aku mulai bisa mencium wangi vanilla yang lebih kuat dari fase awal dan juga wangi tonka beans, walau hidungku sebenernya juga nangkep ada wangi kelapa (?) disini. Mungkin efek si solar accord yang dicampur dengan vanilla. Kalau ada satu wangi yang paling mendekati, itu wanginya seperti santan matang yang masih hangat bercampur dengan vanilla extract dan sedikit wangi bunga, very delicious smelling. HMNS maafkan hamba, that’s the best way I could explain

Makin lama didiamkan, wanginya akan kembali ke fase dua alias wangi yang menyerupai sun-tan lotion yang super sexy, juga tetap dengan pendirianku kalo ada wangi kelapa disana. Meskipun sebenarnya di deskripsi notes tidak ada wangi kelapa (?) bingung, kan? Honestly, sambil ngetik ini aku ngebayangin lagi nyeruput Chatime coklat di jalanan Legian menuju pantai Kuta. Bener-bener enak banget wanginya!

Intinya, wanginya ini masuk golongan fresh, creamy, very sexy, dan seductive (in a way) dan ini tipe wangi yang makin pemakainya keringetan makin wangi. Gilda gak tuh?! Bener-bener ini parfum yang sempurna buat pecinta wangi manis tapi ingin pakai wangi manis siang-siang. Wanginya sopan dan alluring. Aku tiap pakai parfum ini beneran kebawa suasana seperti sedang di pantai di bawah terik matahari, lho.

★★★★★ 5 out of 5


SILLAGE, PROJECTION, AND LONGEVITY

Untuk jejak aromanya, parfum ini surprisingly sangat bagus di kulitku. Apalagi kalau sebelumnya aku pakai The Body Shop Warm Vanilla Body Yogurt. BAM! Kalo lewat, orang langsung nengok. Asli.

Meski jejak aromanya baik di kulitku, sayangnya untuk projection tidak sebagus Orgasm. Well, mungkin karena memang dikhususkan untuk siang hari makanya parfumnya bukan tipe yang bold dan ngasih statement, "here I come, biatch". That’s okay, karena sejujurnya wanginya penuh sopan santun. Hahaha.

Longevity EoS di kulitku bekerja sangat baik, bisa bertahan 4-5 jam di indoor dan 2-3 jam outdoor. Meski begitu, bukan berarti setelah lewat 5 jam itu wanginya langsung hilang. Wanginya masih nempel di kulit meski memang harus diendus endus dulu, sih. Kalau mau bikin orang nengok, ya mesti re-spray.

★★★★☆ 4.5 out of 5



I would honestly wear this on VACATION. Pasti, sih, kubawa liburan ke pantai. Tapi untuk sekadar kuliah-kerja pagi hari, kalau kurang suka wangi aquatic/floral yang hepi hepi ini bisa banget jadi opsi, sih. Atau mungkin kamu mau pakai ini saat brunch di restoran? Atau saat ngopi sore di café menikmati semburat jingga golden hour? Bisa banget, ini buatku perfect scent abisss! Tapi jujur kesempurnaannya memang jadi lebih maksimal saat dipake liburan ke pantai HAHAHA. Oh, satu lagi, ini bisa juga aku pake untuk olahraga, lho (remember that it blends well with my sweat? Exactly for that reason.)

Harga parfumnya sendiri dibanderol seharga Rp367.000,- untuk kemasan 100mL, sedikit lebih mahal dari Orgasm namun mengingat bahan bakunya yang unik dan untuk performa yang luar biasa keren itu, this is a good deal. Parfumnya pun bisa kamu cari di e-commerce kesayangan kamu, cari aja yang banyak vouchernya :))

Would I recommend this? Absolutely.

Always remember when wearing perfumes, there is no rules: no right, no wrong. Pakai apa yang kamu sukai dan apa yang blends well di kulit kamu. Keep on trying and find your signature!

That’s pretty much about it, thanks for reading. Ciao!

Read More

1 Comments

In eau de parfum HMNS orgas parfum perfume

HMNS Orgasm: One of The Best Local Fragrance? [REVIEW]



Hi, welcome back!

Seneng banget rasanya akhirnya bisa kembali mengisi kekosongan Blog yang nyaris tandus ini. Hahaha. First of all, I want to let you know that currently there's so much going on in my life that I almost forget why I started this blog. Luckily, aku terhenyak kala melihat salah satu kawanku yang menulis blog baru dan mulai teringat kalau aku pun ternyata punya buaaanyak sekali bahan untuk kupos di Blog ini. Shout out to Safira Nys karena postingan dia yang menginspirasiku untuk kembali menulis.

Anyway, sekarang aku sedang aktif membuat konten via aplikasi Instagram dan Female Daily Network. Jadi barangkali mau mampir untuk menjenguk isi tulisan singkatku boleh mampir di instagram @billiansyaha dan billycorna di aplikasi Female Daily Network.

Okay, let's get to business. Jadi, selain skin care, make up, kuliner, dan ulasan tempat, ada satu hal lagi yang aku sangat gemari: Koleksi parfum. YES, aku obsessed banget sama minyak wangi for as long as I can remember. Bahkan kayanya dari kecil tiap ke mall atau supermarket pasti gak lupa untuk mampir dan sekadar endus-endus minyak wangi.

One thing yang aku sadari setelah bertahun-tahun menggemari minyak wangi adalah ketertarikan aku pada parfum tipe gourmand, alias parfum parfum wangi manis/makanan. Meskipun ada beberapa parfumku yang floral, fruity, woody, spicy, dan lain sebagainya, parfum tipe gourmand tetap mendominasi koleksiku. Bagi banyak orang, parfum gourmand itu bikin eneg dan pusing. Bahkan gak sedikit perfume expert yang bilang parfum gourmand susah dipakai di cuaca tropis negeri tercinta Indonesia ini. Tapiiii... ada satu hal yang harus orang-orang ingat, bahwa parfum bersifat netral dan subjektif. Selama kamu suka dan nyaman menggunakannya, go for it! But remember to know your place as well, kalau misal suka wangi manis sepertiku dan mau pakai siang hari saat panas terik kalian bisa coba tone down aromanya dengan menggunakan body mist yang ringan instead of Eau de Parfum. Simply agar wanginya gak cloying/bikin eneg, sebab yang mencium parfum kalian nantinya bukan hanya hidung kalian aja, kan?

Setelah introduction yang cukup panjang tadi (hehe) mari masuk ke review parfum pertama di blogku ini. As you can read on the title, aku mau coba angkat parfum lokal dengan brand HMNS, yang dibaca humans. HMNS ini punya cukup banyak koleksi sebenarnya, tapi ada dua yang paling aku suka. One of them is their best-selling ORGASM. Yep, namanya orgasm. Untuk penamaannya aku kurang paham kenapa mereka pilih itu, sila cek postingan instagram mereka aja deh, tapi yang jelas Orgasm ini merupakan best-seller dari HMNS Perfumery. Reviewnya sendiri sebenarnya cukup beragam dan sudah wara-wiri di aplikasi kesayangan kalian, but here is my point of view:



PACKAGING

Secara packaging, HMNS ini punya jenis kemasan yang mirip mirip untuk semua variannya. Parfumnya datang dengan boks yang keras dan kokoh, lalu disegel dengan customized seal tape untuk menjaga kualitas di dalamnya. Cara buka boksnya cukup dengan menggeser isinya, sama seperti membuka sebuah laci lemari dan di dalamnya terdapat busa padat yang berfungsi menjaga botol parfumnya agar tidak pecah maupun bergeser sepanjang pengiriman. Di dalamnya juga diselipkan warranty card dan juga voucher Rp25.000,- untuk pembelian berikutnya. Cukup tandatangani vouchernya lalu klaim lewat WhatsApp ke Customer Service-nya.

★★★★★ 5 out of 5


THE PRODUCT

Produknya sendiri berisi 100mL, dikemas dalam botol kotak dengan desain stiker yang minimalis. Buatku, hal ini yang bikin 'prestige' karena kemasannya gak huru-hara gak jelas gitu. Neat, simple, chic, MEVVAH. Untuk 100mL harganya dibanderol Rp313.000,- which is a good deal! Mungkin terkesan mahal, but allow me to explain further. Tunggu sampai bawah, ya :)) Oke, lanjut, botolnya sendiri sangat enak digenggam tapi agak PR kalau lagi bawa tas kecil (especially for girls) karena dia cukup bulky dan berat.

Oh iya, meskipun parfum ini diberi label Gen XX alias feminim, boys can wear it too! Remember that fragrance has no rules. Prinsipnya: kamu suka, hajar bleh.

Dilansir dari akun instagram HMNS, Orgasm ini punya beberapa notes yang terdiri dari


Top Notes: Red Apple

Heart Notes: Rose, Jasmine, Peony

Base Notes: Amber, Vanilla Beans (natural)


Buatku, saat pertama disemprot wangi red apple-nya sangat dominan. Wanginya DUARRR apel. Seger gitu, tapi hanya bertahan selama beberapa menit saja sebelum berpindah ke wangi floral. Dan di hidungku, wangi floral paling dominannya adalah Peony campur Jasmine, walau sejujurnya meski masih fase heart notes, si wangi Vanilla-nya sudah memaksa keluar. And yes, you can guess correctly, wangi vanilla beans yang manisnya akan menjadi the last man standing dan yang menempel di tubuh kamu.

Please note, bahwa meskipun wangi vanillanya cukup strong, tapi Orgasm ini sedikit berbeda dari Vanilla pada umumnya. Dia ini tipe wangi Vanilla yang seger (karena ada campuran bunga dan buah apel-nya tadi, kali ya?) dan surprisingly nggak bikin eneg sama sekali. Perfect untuk siang maupun malam hari.

★★★★★ 5 stars out of 5



WEAR TEST

Sebelum akhirnya menulis review ini, aku sudah habiskan dua botol (yes, seriously) dan nggak jarang ketika aku pakai parfum ini, orang nanya "kamu pakai parfum apa?" karena rupanya, wangi HMNS Orgasm ini masih nggak begitu pasaran jadi mengundang orang untuk noleh dan nanya, at least seenggaknya mereka notice meskipun nggak terang terangan ngasih pujian. This means projectionnya cukup baik, khususnya di kulitku. Untuk sillage (jejak wangi) sepertinya juga cukup baik, soalnya kata temanku kalo aku lewat masih ada wangi floral-vanilla meskipun samar samar.

Parfumnya sendiri, tahan sekitar 5-6 jam untuk aktivitas indoor dan di rumah saja. Kalau outdoor sekitar 3 jam sudah agak memudar. For me, it's not that bad. Bahkan parfum YSL Black Opiumku saja punya performa di bawah ini, dengan range harga lima sampai enam kali lipat.

Untuk Rp313.000,- parfum ini bener-bener worth to try, sih. Terlebih melihat kualitas packaging, cairan parfumnya, longevity-nya, kenyamanan pakainya bahkan performa Customer Service-nya yang the best diluar nalar umat manusia :)) Sungguh 300ribu+ adalah harga yang ideal. Mahasiswa bisa pakai, pekerja bisa pakai, siapapun bisa pakai.

★★★★★ 4.5 out of 5 (gak ada emoji bintang separo, maap)

Parfum ini bisa kalian dapatkan di e-commerce kecintaan kalian (Shopee atau Tokopedia). Pilih aja yang mana yang banyak vouchernya :))

Sebagai penutup, aku cuma mau bilang lagi bahwa urusan parfum ini masih tetap menjadi sesuatu yang personal, ya. There is no right or wrong. What works on my skin belum tentu sama di kulitmu. Jadi, satu satunya cara untuk menentukan kamu suka atau tidak adalah dengan mencobanya. Kalau ragu beli yang full size, coba cari yang jual decant-nya. Jadi kalian bisa endus-endus dulu. But overall, HMNS Orgasm is a yes for me.

Wait for me to review the next variant, Essence of the Sun.. Ciao!

Read More

2 Comments

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Laman