| Fragrance Collection Source: Pinterest |
In eau de parfum HMNS parfum perfume
HMNS Essence of the Sun: Parfum dengan Solar Accord pertama di Indonesia [Review]
Posted on Minggu, 05 September 2021
Hi, welcome back!
Sesuai dengan kalimat penutup di pos sebelumnya, kali ini
aku akan membahas satu varian lain besutan HMNS Perfumery: Essence of The Sun.
Selain varian Orgasm yang wanginya enak banget, ternyata HMNS berhasil menarik
perhatianku lewat variannya yang ini. Kalau kalian sudah membaca tulisanku
sebelumnya, tentu parfum ini tidak jauh jauh dari karakter favoritku: warm and
sweet.
HMNS Essence of the Sun ini diluncurkan pada bulan November
2020, di tengah pandemi Covid-19, dengan tujuan untuk mengingatkan kembali akan suasana liburan bagi semua orang yang belum bisa liburan. HMNS menghadirkan
parfum dengan solar accord pertama di Indonesia. Solar accord sebenarnya sudah sukup populer di Eropa, namun belum banyak yang familiar di Indonesia. Cukup menarik, mengingat seharusnya parfum dengan Solar Accord lebih populer di negara beriklim tropis seperti Indonesia, ya? Solar Accord sendiri
digambarkan tim HMNS sebagai ‘the smell of the sun’ meski awalnya cukup
membingungkan bagiku, karena seperti yang kubilang tadi: solar accord belum familiar di telinga penikmat parfum
nusantara, kan? Aku sendiri pun hanya bisa menerka-nerka, bagaimanakah wangi parfum dengan
wangi matahari? Apakah wanginya akan tercium seperti bocah yang pulang ke rumah
setelah seharian main layangan? (ngerti dong wanginya kaya apa?).
Sebelum masuk ke bahasan wangi, let’s talk about the
packaging.
PACKAGING
HMNS Essence of the Sun ini dikemas tidak jauh berbeda
dengan Orgasm, dengan boks putih yang kokoh dengan ukiran abjad E.O.S. yang cukup
besar pada permukaan wajahnya. Di dalamnya pun masih sama, berisikan warranty
card yang bisa kamu klaim apabila terdapat kerusakan, dan voucher Rp25.000,-
untuk pembelian parfum HMNS selanjutnya—varian apa saja. Di dalamnya masih
terdapat busa padat yang mengapit botol parfumnya dengan sangat baik, sehingga
kemungkinan terguncang dan pecah dapat diminimalisir.
![]() |
| The bottle |
Untuk kemasan botolnya sendiri, sedikit berbeda dari varian
orgasm yang menggunakan stiker berwarna putih, HMNS Essence of the Sun ini menggunakan emboss
berwarna emas yang mengukir inisial E.O.S. pada bagian kanan botolnya. Sangat
cantik. Pada sisi kanan botol juga terdapat tulisan Essence of the Sun yang
diukir berwarna emas. Botolnya sendiri berwarna bening, dengan isi cairan
parfum berwarna bening sedikit kekuningan (mungkin dia goal-nya mau bikin warna
gold, kali, ya?).
HMNS EoS ini memiliki tutup botol berwarna silver yang cukup
berat dan kokoh. Uniknya, tutupnya ini menggunakan sistem magnetik sehingga terkesan
lebih mewah dan juga lebih aman saat dibawa bepergian. Meski begitu, tutup
non-magnetic pada varian Orgasm saja menurutku sudah cukup melindungi
parfumnya.
Untuk kemasannya sendiri, tidak jauh berbeda dengan varian
Orgasm. Berisi 100mL dan cukup besar dan berat.
★★★★★ 5 out of 5
![]() |
| tampak belakang boks HMNS EoS |
THE SCENT
Dilansir dari akun Instagram @hmns.id, HMNS EoS ini
menggabungkan notes-notes yang sangat ‘tropis’ sehingga pas rasanya dengan
goalnya di awal: membawa penggunanya untuk bisa merasakan sensasi berlibur
lewat wewangian. Untuk notesnya sendiri, HMNS EoS dideskripsikan dengan notes
sebagai berikut
Top Notes: Bergamot, Coriander Seed, Pink Pepper
Heart Notes: Jasmine Sambac, Turkish Rose, Tiare Flower,
Solar Accord
Base Notes: Vanilla, Absolute Tonka Beans, Ambrette,
Cedarwood
Kalau di hidungku, sesaat setelah menyemprotkan parfumnya
akan langsung tercium wangi Jasmine bercampur dengan vanilla dan sedikit bergamot. YES! Meskipun
ditaruh pada heart note, Jasmine-nya langsung ketangkep di hidungku. Tipe jasmine-nya
disini bukan tipe jasmine penganten yang beraura horror, tapi
jasmine yang warm dan seductive gitu—if you know what I mean. Wangi vanilla-nya disini juga menurutku berimbang dengan wangi jasmine dan tidak overpowering. Wangi vanilla-nya masih akan bisa diterima mereka yang kurang menggemari wewangian vanilla, kok. Bergamotnya juga hadir untuk penyeimbang wangi-nya sehingga parfumnya akan terasa lebih segar.
Setelah sekitar 5 sampai 10 menit, wangi bunga Tiare-nya mulai
berasa, dan di fase ini aku mulai mencium wangi wangi seperti sun tan lotion.
Wangi parfumnya ini jadi berasa kaya kita pakai sun tan lotion tapi ditimpa
body mist tiare dan jasmine. Sangat creamy dan fresh, dengan wangi creamy-nya yang dominan.
Sampai sekarang sudah habis setengah botol, aku berasumsi inilah solar
accord-nya. Wanginya persis seperti orang orang yang habis berjemur di pantai,
in a good way.
Setelah hampir setengah jam aku mulai bisa mencium wangi
vanilla yang lebih kuat dari fase awal dan juga wangi tonka beans, walau hidungku sebenernya juga nangkep ada wangi kelapa (?)
disini. Mungkin efek si solar accord yang dicampur dengan vanilla. Kalau ada
satu wangi yang paling mendekati, itu wanginya seperti santan matang yang masih hangat bercampur dengan vanilla extract dan sedikit wangi bunga, very delicious smelling. HMNS
maafkan hamba, that’s the best way I could explain ☹
Makin lama didiamkan, wanginya akan kembali ke fase dua
alias wangi yang menyerupai sun-tan lotion yang super sexy, juga tetap dengan pendirianku kalo ada wangi
kelapa disana. Meskipun sebenarnya di deskripsi notes tidak ada wangi kelapa (?) bingung, kan? Honestly, sambil ngetik ini aku ngebayangin lagi nyeruput
Chatime coklat di jalanan Legian menuju pantai Kuta. Bener-bener enak banget wanginya!
Intinya, wanginya ini masuk golongan fresh, creamy, very sexy, dan seductive (in a way) dan ini
tipe wangi yang makin pemakainya keringetan makin wangi. Gilda gak tuh?! Bener-bener ini
parfum yang sempurna buat pecinta wangi manis tapi ingin pakai wangi manis
siang-siang. Wanginya sopan dan alluring. Aku tiap pakai parfum ini beneran kebawa suasana seperti sedang di pantai di bawah terik matahari, lho.
★★★★★ 5 out of 5
SILLAGE, PROJECTION, AND LONGEVITY
Untuk jejak aromanya, parfum ini surprisingly sangat bagus di
kulitku. Apalagi kalau sebelumnya aku pakai The Body Shop Warm Vanilla Body
Yogurt. BAM! Kalo lewat, orang langsung nengok. Asli.
Meski jejak aromanya baik di kulitku, sayangnya untuk
projection tidak sebagus Orgasm. Well, mungkin karena memang dikhususkan untuk
siang hari makanya parfumnya bukan tipe yang bold dan ngasih statement, "here I come, biatch". That’s okay, karena
sejujurnya wanginya penuh sopan santun. Hahaha.
Longevity EoS di kulitku bekerja sangat baik, bisa bertahan
4-5 jam di indoor dan 2-3 jam outdoor. Meski begitu, bukan berarti setelah lewat 5 jam
itu wanginya langsung hilang. Wanginya masih nempel di kulit meski memang harus diendus endus dulu,
sih. Kalau mau bikin orang nengok, ya mesti re-spray.
I would honestly wear this on VACATION. Pasti, sih, kubawa liburan ke pantai.
Tapi untuk sekadar kuliah-kerja pagi hari, kalau kurang suka wangi aquatic/floral
yang hepi hepi ini bisa banget jadi opsi, sih. Atau mungkin kamu mau pakai ini saat
brunch di restoran? Atau saat ngopi sore di café menikmati semburat jingga golden hour? Bisa banget, ini buatku perfect scent
abisss! Tapi jujur kesempurnaannya memang jadi lebih maksimal saat dipake liburan
ke pantai HAHAHA. Oh, satu lagi, ini bisa juga aku pake untuk olahraga, lho
(remember that it blends well with my sweat? Exactly for that reason.)
Harga parfumnya sendiri dibanderol seharga Rp367.000,- untuk kemasan 100mL, sedikit lebih mahal dari Orgasm namun mengingat bahan bakunya yang unik dan untuk performa yang luar biasa keren itu, this is a good deal. Parfumnya pun bisa kamu cari di e-commerce kesayangan kamu, cari aja yang banyak vouchernya :))
Would I recommend this? Absolutely.
Always remember when wearing perfumes, there is no rules: no right, no wrong. Pakai apa yang kamu sukai dan apa yang blends well di kulit kamu. Keep on trying and find your signature!
That’s pretty much about it, thanks for reading. Ciao!
In eau de parfum HMNS orgas parfum perfume
HMNS Orgasm: One of The Best Local Fragrance? [REVIEW]
Posted on Senin, 30 Agustus 2021
Hi, welcome back!
Seneng banget rasanya akhirnya bisa kembali mengisi kekosongan Blog yang nyaris tandus ini. Hahaha. First of all, I want to let you know that currently there's so much going on in my life that I almost forget why I started this blog. Luckily, aku terhenyak kala melihat salah satu kawanku yang menulis blog baru dan mulai teringat kalau aku pun ternyata punya buaaanyak sekali bahan untuk kupos di Blog ini. Shout out to Safira Nys karena postingan dia yang menginspirasiku untuk kembali menulis.
Anyway, sekarang aku sedang aktif membuat konten via aplikasi Instagram dan Female Daily Network. Jadi barangkali mau mampir untuk menjenguk isi tulisan singkatku boleh mampir di instagram @billiansyaha dan billycorna di aplikasi Female Daily Network.
Okay, let's get to business. Jadi, selain skin care, make up, kuliner, dan ulasan tempat, ada satu hal lagi yang aku sangat gemari: Koleksi parfum. YES, aku obsessed banget sama minyak wangi for as long as I can remember. Bahkan kayanya dari kecil tiap ke mall atau supermarket pasti gak lupa untuk mampir dan sekadar endus-endus minyak wangi.
One thing yang aku sadari setelah bertahun-tahun menggemari minyak wangi adalah ketertarikan aku pada parfum tipe gourmand, alias parfum parfum wangi manis/makanan. Meskipun ada beberapa parfumku yang floral, fruity, woody, spicy, dan lain sebagainya, parfum tipe gourmand tetap mendominasi koleksiku. Bagi banyak orang, parfum gourmand itu bikin eneg dan pusing. Bahkan gak sedikit perfume expert yang bilang parfum gourmand susah dipakai di cuaca tropis negeri tercinta Indonesia ini. Tapiiii... ada satu hal yang harus orang-orang ingat, bahwa parfum bersifat netral dan subjektif. Selama kamu suka dan nyaman menggunakannya, go for it! But remember to know your place as well, kalau misal suka wangi manis sepertiku dan mau pakai siang hari saat panas terik kalian bisa coba tone down aromanya dengan menggunakan body mist yang ringan instead of Eau de Parfum. Simply agar wanginya gak cloying/bikin eneg, sebab yang mencium parfum kalian nantinya bukan hanya hidung kalian aja, kan?
Setelah introduction yang cukup panjang tadi (hehe) mari masuk ke review parfum pertama di blogku ini. As you can read on the title, aku mau coba angkat parfum lokal dengan brand HMNS, yang dibaca humans. HMNS ini punya cukup banyak koleksi sebenarnya, tapi ada dua yang paling aku suka. One of them is their best-selling ORGASM. Yep, namanya orgasm. Untuk penamaannya aku kurang paham kenapa mereka pilih itu, sila cek postingan instagram mereka aja deh, tapi yang jelas Orgasm ini merupakan best-seller dari HMNS Perfumery. Reviewnya sendiri sebenarnya cukup beragam dan sudah wara-wiri di aplikasi kesayangan kalian, but here is my point of view:
PACKAGING
Secara packaging, HMNS ini punya jenis kemasan yang mirip mirip untuk semua variannya. Parfumnya datang dengan boks yang keras dan kokoh, lalu disegel dengan customized seal tape untuk menjaga kualitas di dalamnya. Cara buka boksnya cukup dengan menggeser isinya, sama seperti membuka sebuah laci lemari dan di dalamnya terdapat busa padat yang berfungsi menjaga botol parfumnya agar tidak pecah maupun bergeser sepanjang pengiriman. Di dalamnya juga diselipkan warranty card dan juga voucher Rp25.000,- untuk pembelian berikutnya. Cukup tandatangani vouchernya lalu klaim lewat WhatsApp ke Customer Service-nya.
★★★★★ 5 out of 5
Produknya sendiri berisi 100mL, dikemas dalam botol kotak dengan desain stiker yang minimalis. Buatku, hal ini yang bikin 'prestige' karena kemasannya gak huru-hara gak jelas gitu. Neat, simple, chic, MEVVAH. Untuk 100mL harganya dibanderol Rp313.000,- which is a good deal! Mungkin terkesan mahal, but allow me to explain further. Tunggu sampai bawah, ya :)) Oke, lanjut, botolnya sendiri sangat enak digenggam tapi agak PR kalau lagi bawa tas kecil (especially for girls) karena dia cukup bulky dan berat.
Oh iya, meskipun parfum ini diberi label Gen XX alias feminim, boys can wear it too! Remember that fragrance has no rules. Prinsipnya: kamu suka, hajar bleh.
Dilansir dari akun instagram HMNS, Orgasm ini punya beberapa notes yang terdiri dari
Top Notes: Red Apple
Heart Notes: Rose, Jasmine, Peony
Buatku, saat pertama disemprot wangi red apple-nya sangat dominan. Wanginya DUARRR apel. Seger gitu, tapi hanya bertahan selama beberapa menit saja sebelum berpindah ke wangi floral. Dan di hidungku, wangi floral paling dominannya adalah Peony campur Jasmine, walau sejujurnya meski masih fase heart notes, si wangi Vanilla-nya sudah memaksa keluar. And yes, you can guess correctly, wangi vanilla beans yang manisnya akan menjadi the last man standing dan yang menempel di tubuh kamu.
Please note, bahwa meskipun wangi vanillanya cukup strong, tapi Orgasm ini sedikit berbeda dari Vanilla pada umumnya. Dia ini tipe wangi Vanilla yang seger (karena ada campuran bunga dan buah apel-nya tadi, kali ya?) dan surprisingly nggak bikin eneg sama sekali. Perfect untuk siang maupun malam hari.
★★★★★ 5 stars out of 5
WEAR TEST
Sebelum akhirnya menulis review ini, aku sudah habiskan dua botol (yes, seriously) dan nggak jarang ketika aku pakai parfum ini, orang nanya "kamu pakai parfum apa?" karena rupanya, wangi HMNS Orgasm ini masih nggak begitu pasaran jadi mengundang orang untuk noleh dan nanya, at least seenggaknya mereka notice meskipun nggak terang terangan ngasih pujian. This means projectionnya cukup baik, khususnya di kulitku. Untuk sillage (jejak wangi) sepertinya juga cukup baik, soalnya kata temanku kalo aku lewat masih ada wangi floral-vanilla meskipun samar samar.
Parfumnya sendiri, tahan sekitar 5-6 jam untuk aktivitas indoor dan di rumah saja. Kalau outdoor sekitar 3 jam sudah agak memudar. For me, it's not that bad. Bahkan parfum YSL Black Opiumku saja punya performa di bawah ini, dengan range harga lima sampai enam kali lipat.
Untuk Rp313.000,- parfum ini bener-bener worth to try, sih. Terlebih melihat kualitas packaging, cairan parfumnya, longevity-nya, kenyamanan pakainya bahkan performa Customer Service-nya yang the best diluar nalar umat manusia :)) Sungguh 300ribu+ adalah harga yang ideal. Mahasiswa bisa pakai, pekerja bisa pakai, siapapun bisa pakai.
★★★★★ 4.5 out of 5 (gak ada emoji bintang separo, maap)
Parfum ini bisa kalian dapatkan di e-commerce kecintaan kalian (Shopee atau Tokopedia). Pilih aja yang mana yang banyak vouchernya :))
Sebagai penutup, aku cuma mau bilang lagi bahwa urusan parfum ini masih tetap menjadi sesuatu yang personal, ya. There is no right or wrong. What works on my skin belum tentu sama di kulitmu. Jadi, satu satunya cara untuk menentukan kamu suka atau tidak adalah dengan mencobanya. Kalau ragu beli yang full size, coba cari yang jual decant-nya. Jadi kalian bisa endus-endus dulu. But overall, HMNS Orgasm is a yes for me.
Wait for me to review the next variant, Essence of the Sun.. Ciao!










